Article

TRUC 2026: Memperkuat Kolaborasi Lintas Industri untuk Masa Depan Reliability yang Berkelanjutan 

Tiara Vibrasindo Pratama kembali menggelar acara reliability terbesar, TRUC (Tiara Reliability User Conference) ke – 19 pada 13 – 14 Oktober 2026 di Tiara Competency Center, Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh 51 perusahaan dari 5 region dengan semangat yang sama untuk memajukan reliability. Mengusung tema Reliability in Transition: Balancing Performance, People, and Sustainability, TRUC kali ini menggambarkan kondisi industri yang sedang berada dalam fase transisi besar, dimana organisasi dituntut untuk tetap menjaga performa operasional di tengah berbagai tantangan. Serangkaian kegiatan diselenggarakan di antaranya pemaparan materi dari Keynote Speaker, delapan presentasi makalah dari berbagai perusahaan, sesi Best Practice serta Podcast Warung Kopi.

“TRUC menjadi wadah bagi para profesional untuk berbagi pengalaman, bertukar perspektif, dan memperkuat kolaborasi dalam memajukan reliability. Melalui semangat belajar dan berkembang bersama, TRUC diharapkan dapat mendorong sinergi antar perusahaan serta menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi industri.” Ujar ketua TRUC 2026, Yudha Pramukti, dalam sambutannya.

Perwakilan Board of Directors (BOD) TIARA, Bapak Asahari Jaya Utama, menyampaikan bahwa TRUC, yang telah diselenggarakan sejak 2007, berperan penting dalam memperluas wawasan dan memperkuat kompetensi para profesional di bidang reliability. Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai kesempatan untuk berbagi ilmu, mempelajari best practices, serta membangun jejaring dengan sesama praktisi. 

Dalam sesi keynote, Bapak Sugiyanto, President Director PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI), membawakan materi “Asset Performance Improvement by Strengthening Three Pillars: Plant, Process & System, and People.” Beliau menekankan bahwa peningkatan kinerja aset membutuhkan pendekatan terpadu melalui optimalisasi kondisi aset fisik, penguatan proses dan sistem pengelolaan, serta pengembangan kompetensi dan budaya kerja. “Ketiga pilar tersebut berperan penting dalam meningkatkan efisiensi operasional, profitabilitas, dan keberlanjutan kinerja perusahaan.” Tutup Bapak Sugiyanto.

Keynote kedua, Bapak Iwan Agung Firstantara, yang pernah menjabat di PT PLN Nusantara Power (PJB) periode 2016–2020, membahas “Fokus Manajemen Aset pada Budaya Maintenance untuk Performance Berkelanjutan.” Ia menyoroti pentingnya budaya pemeliharaan yang proaktif, kolaboratif, dan berbasis data dalam mendukung pengelolaan aset yang efektif. Penerapan standar operasional yang konsisten serta pemanfaatan pendekatan seperti condition-based maintenance dapat membantu perusahaan mengoptimalkan kondisi aset, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, dan menjaga kinerja operasional secara berkelanjutan.

TRUC 2026 menghasilkan best practice yang harapannya dapat diimplementasikan di perusahaan masing-masing peserta. Berikut adalah hasil best practice dari TRUC 2026.

Kelas Asset Management:

  • Integrasi Analisis Keandalan Kondisi Aset dan Risiko Kegagalan dalam Penentuan Interval Turn Around (TA)
  • Mitigasi Risiko Kegagalan Sistem Kontrol sebagai Strategi Peningkatan Keandalan dan Ketersediaan Aset

Kelas Condition Monitoring:

  • Integrasi Condition Monitoring dan Analisis Degradasi Isolasi untuk Mitigasi Risiko Kegagalan Transformator dan Integrasi Asset Health
  • Analisis Keandalan untuk Optimalisasi Keputusan Pemeliharaan Kritikal Motor di Atas 1Kv

Beragam materi dan diskusi yang dihadirkan dalam TRUC 2026 mencerminkan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam meningkatkan keandalan aset. Hal ini juga tercermin dari pengalaman para peserta yang merasakan langsung manfaat TRUC sebagai wadah untuk belajar, berbagi perspektif, dan memperluas jejaring profesional.

“Melalui TRUC 2026, saya mendapatkan perspektif baru mengenai praktik reliability di lapangan, mulai dari tantangan hingga solusi yang diterapkan. Berbagi best practices dan bertemu dengan para praktisi dari berbagai perusahaan memperkaya wawasan serta menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang justru dapat memperkuat cara pandang kita.” Tulis Santhica Ayu dari PT Pertamina Lubricants di Connect TRUC (Aplikasi official TRUC).

Joko Widodo dari PT Pertamina Hulu Mahakam, yang pertama kali menghadiri TRUC tahun ini, mengapresiasi antusiasme peserta serta kesempatan untuk mempelajari perkembangan teknologi dan praktik pengelolaan aset, “TRUC menjadi wadah yang luar biasa untuk berbagi pengalaman lintas industri. Saya mendapatkan banyak wawasan baru mengenai asset management, condition monitoring, dan teknologi yang berpotensi kami terapkan di lingkungan kerja,” ungkap Joko.

Senada dengan hal tersebut, Gamal dari PLN Indonesia Power – UBP Priok menyoroti pentingnya pertukaran pengetahuan dan perspektif antar perusahaan dalam mendukung peningkatan kinerja operasional. “TRUC menjadi kesempatan yang sangat baik untuk transfer knowledge dan bertukar pikiran lintas perusahaan, khususnya untuk benchmarking dan penerapan asset management di unit kerja masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Tiara Mahendrastiti dari Jadestone Energy (Lemang) Pte. Ltd, menilai TRUC 2026 memberikan wawasan berharga mengenai keterkaitan antara kinerja, manusia, dan keberlanjutan dalam pengelolaan aset selaras dengan tema TRUC 2026. “TRUC 2026 sangat insightful, terutama dalam memperkuat pemahaman tentang hubungan antara asset management, people, dan sustainability. Berbagai wawasan yang diperoleh sangat bermanfaat dan dapat menjadi referensi untuk implementasi di perusahaan,” tuturnya.

Berbagai testimoni tersebut memperkuat peran TRUC sebagai wadah kolaborasi dan pembelajaran lintas industri yang mendorong penerapan praktik terbaik serta pengembangan reliability secara berkelanjutan.

Dalam penutupnya, Anjuan Sihombing (Manager Operational and Centre of Excellence – TIARA) menyampaikan tiga tujuan utama TRUC, yaitu Best Practice, Community, dan Center of Excellence. Melalui Best Practice, TRUC menjadi wadah bagi para profesional untuk belajar dari pengalaman dan praktik terbaik pihak lain, sehingga dapat mengambil pelajaran tanpa harus menghadapi tantangan yang sama secara langsung. Sementara itu, pilar Community menegaskan pentingnya membangun komunitas reliability sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan dukungan antar pelaku industri. TRUC diharapkan dapat terus berkembang sebagai rumah bagi para profesional reliability untuk memperkuat kolaborasi dan bersama-sama mendorong keunggulan dalam pengelolaan aset.

Share this